Pages

Monday, February 25, 2013

Skenario Tuhan


Aku pengen hidup tanpa ada masalah, apalagi masalah yang menuntutku untuk berbuat banyak dan berpikir sampai pusing dan akhirnya menangis kebingungan. Aku sedikit mulai gila lantaran semua yang aku lihat sekarang adalah hal yang kubenci, kecuali teman dekatku. Aku membenci keluarga, tetangga, orang lain dan guru. 
Aku berpikir aku mulai sakit jiwa dan ketika tumbuh besar aku dijuluki psikopat. Padahal yang kupikirkan sekarang adalah ketidak adilan dan keinginan yang belum tercapai. 
Ketidak adilan itu dari keluargaku sendiri, tapi kan ini skenario Tuhan? Berarti Tuhanlah yang membuat ketidak adilan. Orang bilang aku harus bersabar tapi bersabar itulah yang membuatku semakin sakit dan sakit. Siapa yang harus didakwa? Tuhan? Tapi masalah ini adalah kenapa harus aku yang didalilkan di naskah hidup. Padahal banyak umat diluar sana yang hidup bergaya, tertawa dan segalanya adalah kemudahan. 
Kembali kepada ketidak adilan yang melandaku, sampai-sampai aku berpikir lebih baik mati bunuh diri daripada terjebak di dalam permusuhan ini. Aku membenci keluargaku sendiri, pada saatnya aku mulai menangis ketika aku membencinya. Dan pada akhirnya, aku menghayal keluarga baru tentunya hanya pada khayalan yang ada dipikiranku. Itulah yang membuatku masih bisa tersenyum. Tetapi ketika aku merasa sangat depresi dan rentan, aku mulai bertanya, Tuhan inikah ujianMu? Kenapa begitu sakit dan tidak adil? Kenapa begitu sepi dan marah? Dan pada akhirnya, apakah bunuh diri itu sakit? Aku ingin sekali. 
Hmm. . Semua percaya bunuh diri, tetapi itulah jalan bagi kaum yang buntu. Aku harus mendobrak jalanku dan harus lebih kuat. Tapi disisi lain aku sangat lemah dan marah. Tidak ada tempat curhat kecuali Facebook dan Tuhan. Tapi toh mereka tidak mau menjawab saat itu juga. Aku mulai sakit kejiwaan dan perasaanku percaya, aku generasi psikopat. Please, don't! I won't to be like that! I need a bright and friends. True friend! 
Lalu ketika keinginan itu tak pernah tercapai, aku merasa bodoh, sedih, marah, iri, dendam dan merasa aku ini pelacur. Aku ingin beringas dan mencacat diriku sendiri. Meratap dan mengemis, melacur untuk kebutuhanku. Tapi yang ada dihatiku, aku ingin membalas dendam untuk setiap orang yang mengecewakanku, setiap orang yang membalas dendam kepadaku, aku ingin membuat mereka menangis hina dan seperti pengemis tua yang tak punya harga diri walau untuk makan sekalipun. 
Tak ada satupun martabatku yang akan diambil orang, mereka memang sekarang sedang mengalami masa kejayaan but i think they can't learn from it. How to get it how to make it in tomorrow when you have lost your saver, your hero! Think that bitch! 
*** 
Ketidak adilan Tuhan itu tidak ada, tapi ketidak adilan itu akan menjadi adil ketika kita membandingkan dengan orang yang kurang dari kita. 
Hope your wishes come true! Amen 

0 comments: